Postingan

Menampilkan postingan dengan label perempuan

Emansipasi yang anti misogini

Selamat hari Kartini. Hari ini didedikasikan untuk pahlawan perempuan dari kalangan ningrat Jawa yang menyuarakan protes atas ketiadaan hak perempuan untuk menuntut ilmu dan menentukan nasibnya sendiri. Kartini, di masa perempuan harus tunduk pada lelaki, harus mengikuti norma dan aturan berlaku, mendobrak nilai- nilai kaku yang mengekangnya, dengan suara- suara yang dia tulis dalam surat. Ada Kartini dalam kita, dia masih berjuang dalam jiwa tiap- tiap perempuan, yang dikekang bapak-ibunya untuk memilih jurusan sesuai mau mereka yang membiayai. Yang tidak boleh bersekolah tinggi karena bapak/ ibu tidak mau jauh- jauh dari anaknya, yang tidak sering, malah membunuh setiap potensi yang mungkin dimiliki. Yang dituntut mengikuti keinginan orang tua, membunuh setiap mimpi yang telah dibuatnya sejak kecil. Yang dipaksa menikah di usia yang terlampau belia. Yang dipaksa mengubur ambisi demi memuaskan ego lelaki. Padahal yang diminta hanyalah kesetaraan, agar perempuan bisa menjamah ...

Kompetisi di Quarter Life Crisis part 1

Gambar
Beklah, setelah bertarung dengan berbagai deadline dan pelatihan, akhirnya si cungpret bisa nulis kembali. Gue tertarik, eh bukan, lebih ke- terketuk hatinya untuk membuat sebuah tulisan baru mengenai kompetisi hidup yang untuk sebagian orang dianggap sesuatu yang harus dimenangkan. Bagi kamu yang berumur 25 ke atas, menjelang 25 pun, SELAMAT. Tekanan sosial yang dihadapkan dengan pertanyaan: " kapan nikah?"  segera dimulai. Baik... kita mulai Siap yaaa... Kalian semua pasti udah bete denger gue bilang setiap orang punya waktunya masing- masing. Dimulai dari pernikahan , sebagai orang yang baru tumben mau nikah, gue tuh terperangah dengan berbagai kompetisi yang melibatkan gengsi berbagai pihak untuk pernikahan. Pokok'e mesti WAH , mesti masuk bridestory, mesti pake vendor paling heitz se-instagram raya, yang mana tentu boleh dan sah- sah aja selama mas dan mba'e mampu. Ini akan menjadi masalah jika mba sama mas'e maksain seperti yang di- highlight di a...

i am woman, and i am enough

Gambar
Hari ini membuka sebuah artikel berumur 11 tahun , di dalamnya ada sebuah tulisan dari nama yang sangat saya kenal, karena buku beliau adalah bacaan wajib saat saya masih kuliah dulu. Bapak Jalaluddin Rakhmat , yang tahun 2013 lalu mendeklarasikan ke-syiah-annya, menulis sebuah tulisan informatif dan lugas mengenai perempuan dalam islam. Berikut petikannya,  “Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan?” tanya seorang murid kepada Imam Ja’far. Fakih besar abad kedua hijrah itu tersenyum. “Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur’an – Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya (QS 56:36-37). Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang saleh. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin.” Secara tidak langsung, Imam Ja’far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni surga justru perempuan. Hadis ...

Kartini

Beliau dikenal bukan karena kebaya tapi tulisannya yang menggugah zaman. Pemikirannya yang mendobrak batasan, perlawanannya yang elegan, yang menggugat dan mempertanyakan nasib perempuan pada masa itu. Dan aku menulis salah satunya karenamu. Lelah dengan pemikiran kuno dan bapakisme yang sering membredel hak kita untuk bersuara. Untunglah Kartini, zaman ini kita bisa di dengar dan menjadi pemimpin. Kita bisa bersekolah setinggi para lelaki, kita bisa banyak berbuat sama seperti mereka. Caraku menghargaimu adalah dengan tetap menulis. With my whole heart for my whole life.