Postingan

Menampilkan postingan dengan label girls talk

Serunya jadi cewek, tukeran lipstik.

Gambar
Satu malam setelah pulang kerja dan mau bersihin muka, waktu ngaca kok gue keliatan tua banget, kenapa yak? Apakah beban hidup sebegitu beratnya sampe gue keliatan tua begini? Haruskah gue mulai mikir perawatan anti aging? Mikir lama, pas mulai hapus make up dan dari bibir dulu, teeeerrrrnyaaaataaaaa warna lipstiknya yang merah bata dan sebetulnya bagus bet itu yang bikin ku tampak menua. 😣 Sebelumnya gue emang lagi pengen coba2 warna tua. Percobaan pertama, merah marun bikin gue jelek banget kaya apaan tau dah, ungu bikin gue kaya pipiyot, musuh Nirmala, nah ini yang mendingan sebetulnya. Gue baru ketemu lipstik matte yang nggak bikin bibir berdarah karena kering ya baru Maybelline Superstay Matte Ink 16 hours ini. Pucuk dicinta, keesokkan harinya teh Ine mengeluhkan warna lipstik dengan merk sama (yang baru dia beli karena kena racun gue), ga kelihatan di bibirnya (shade Delicate). Kebetulan gue merasa (mulai) ga cocok dengan shade Globerotter gue. Terus gue minta mba ine bawa...

Kartini

Beliau dikenal bukan karena kebaya tapi tulisannya yang menggugah zaman. Pemikirannya yang mendobrak batasan, perlawanannya yang elegan, yang menggugat dan mempertanyakan nasib perempuan pada masa itu. Dan aku menulis salah satunya karenamu. Lelah dengan pemikiran kuno dan bapakisme yang sering membredel hak kita untuk bersuara. Untunglah Kartini, zaman ini kita bisa di dengar dan menjadi pemimpin. Kita bisa bersekolah setinggi para lelaki, kita bisa banyak berbuat sama seperti mereka. Caraku menghargaimu adalah dengan tetap menulis. With my whole heart for my whole life.

Because dumb is never cute

Minggu lalu, Dimas Bayudira nganter pulang dan setelah berdebat mau naik apa karena jalanan macet dan bus-nya pun pasti susah karena udah malem, akhirnya kita memutuskan naik kereta. Di dalam kereta yang meski udah maghrib pun masih penuh, gue bertemu dengan sepasang kekasih. Gue sih sebenernya nggak merhatiin banget karena posisi kereta penuh.. sangat, cuma ketika gue akhirnya dapet duduk di dua stasiun terakhir, sepasang kekasih yang perempuannya duduk dan si lelaki berdiri ini bercakap- cakap. Gue ga denger sih mereka ngomong apa, cuma si cewek dengan nada manja menimpali si cowok, "siapa?", "gimana?", "kenapa?", "di mana?" sambil megang- megang tangan cowoknya. Mungkin gue lebay, tapi mbaknya ngulang- ngulang pertanyaan itu, ya maybe bercanda, tapi itu terlihat sangat - maaf - bodoh. Gue refleks ngeliatin dengan muka nggak percaya. Dimas langsung ngajakin ngobrol, karena mungkin dia sadar, gue bisa sangat reaktif jijik sama orang dan gak...