Hari ini membuka sebuah artikel berumur 11 tahun , di dalamnya ada sebuah tulisan dari nama yang sangat saya kenal, karena buku beliau adalah bacaan wajib saat saya masih kuliah dulu. Bapak Jalaluddin Rakhmat , yang tahun 2013 lalu mendeklarasikan ke-syiah-annya, menulis sebuah tulisan informatif dan lugas mengenai perempuan dalam islam. Berikut petikannya, “Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan?” tanya seorang murid kepada Imam Ja’far. Fakih besar abad kedua hijrah itu tersenyum. “Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur’an – Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya (QS 56:36-37). Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang saleh. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin.” Secara tidak langsung, Imam Ja’far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni surga justru perempuan. Hadis ...
Gue sering sakit kepala, dan gue tahu itu berasal dari gigi. Mengapa gue bisa tahu? Karena gigi gue nyut- nyutan sampe bikin migrain. Dan waktu bersihin karang, dokter gigi udah bilang, "mba ini giginya tumbuh miring, harus dioperasi". Gue nggak anggep cius. Biasa aja. Karena... Gue tuh takut sama dokter gigi, serem liatnya. Apalagi sama alat pembersihnya yang kalo bunyi bikin ngilu itu, lho. Waktu kecil gue nangis kejer sampe keluar dari ruang dokter saking takutnya. Hahaha Terakhir ke dokter gigi ya buat bersihin karang itu, dan rasanya ga enak. Balik lagi, karena nggak selalu sakit, alias musiman aja kaya mangga, gue ngga terlalu gimana- gimana. Sampai suatu ketika, gue bangun tidur, ga bisa melek saking sakit kepalanya, rahang kanan ue berasa diketokin palu. Syit men. Gue coba googling, yaaa... harga operasi gigi jutaan. Temen kampus gue, 4 gigi bungsu atas - bawah dicabut semua, abis 20 juta karena harus nginep di RS. Gue nyari- nyari paling ...
Beliau dikenal bukan karena kebaya tapi tulisannya yang menggugah zaman. Pemikirannya yang mendobrak batasan, perlawanannya yang elegan, yang menggugat dan mempertanyakan nasib perempuan pada masa itu. Dan aku menulis salah satunya karenamu. Lelah dengan pemikiran kuno dan bapakisme yang sering membredel hak kita untuk bersuara. Untunglah Kartini, zaman ini kita bisa di dengar dan menjadi pemimpin. Kita bisa bersekolah setinggi para lelaki, kita bisa banyak berbuat sama seperti mereka. Caraku menghargaimu adalah dengan tetap menulis. With my whole heart for my whole life.
Komentar
Posting Komentar